Monday, April 13, 2009

Jadwal Pendaftaran dan Tes Kualifikasi SMAN Unggulan MH Thamrin

Informasi berikut gue dapet dari nyokap gue yang hari ini ke sana. Semoga bisa bermanfaat.

1. 13 April 2009 - 24 April 2009 : Pengambilan formulir pendaftaran dan jangka waktu pengembalian.

2. 18 Mei 2009 : Pengumuman lolos seleksi dokumen. Pengumuman dapat dilihat di SMAN Unggulan MH Thamrin.

3. 19 Mei 2009 - 22 Mei 2009 : Pengambilan kartu tanda peserta tes kualifikasi di SMAN Unggulan MH Thamrin pukul 8.00 - 15.00 WIB. Dengan menyerahkan tanda terima dokumen pendaftaran.

4. 25 Mei 2009 - 29 Mei 2009 : Tes Kualifikasi* yang dilaksanakan di SMAN Unggulan MH Thamrin.

5. 16 Juni 2009 : Pengumuman lolos tes kualifikasi di SMAN Unggulan MH Thamrin.

6. 17 Juni 2009 - 23 Juni 2009 : Lapor diri pukul 8.00 - 15.00 WIB

*) tes meliputi :1) tes potensi akademik, 2) psikotes, 3) bahasa Inggris.

Multi-gue

Hari ini, tanggal tiga belas April. Masih H minus enam dari ulang tahun gue. Gue sendiri juga belom tau mau dirayain apa nggak ya? Anyway, hari ini ada beberapa kejadian, yang ga jelas penting apa nggak. Salah satunya sih penting.

===================================================

Ulangan umum hari pertama. Pelajaran :
1. Bahasa Indonesia
2. Pendidikan Lingkungan dan Kehidupan Jakarta
3. Elektronika

Perasaan gue sih gue udah ngerjain dengan baik. Tinggal tunggu aja hasilnya deh. Tadi yang jaga ada pak Obet. Asyik. Selamat pagi, Jendral!

Walaupun tadi gue bilang ngerjain dengan baik, tetep aja, kebiasaan lama keluar lagi : Sinkronisasi jawaban dengan sekutu. Nggak banyak juga sih (tetep jaga gengsi). Yah, itung-itung bantuin temen deh. Hahaha.

===================================================

Pengambilan formulir pendaftaran SMAN Unggulan MH Thamrin. Tau kan? Sekolah baru yang adanya di Cipayung.

Cuma karena acaranya pagi, akhirnya yang dateng dari sekolah gue adalah the nyokaps and bokaps. Mereka pulang jam dua belas. Tapi nyokap gue langsung ke toko, dan gue dikasih tau ama nyokapnya Dimas untuk fotokopi dan legalisir rapot kelas tujuh, delapan, sembilan, dan juga minta surat keterangan dari sekolah. Wah, makin semangat aja nih gue mau masuk sana!

Dari sekolah gue sendiri yang orang tuanya kesana cuma gue, Erza, Muthia, sama Dimas. Apa nggak ada yang minat ya? Ah, mungkin pada takut banyak yang ditinggalin. Sedangkan kalo gue, huh, sama sekali nothing to lose.

Yo, ayo daftar...

==================================================

Pas ulangan bahasa, saat waktu masih nyisa setengah jam dan gue udah selesai. Kebiasaan gue yang satu lagi muncul : mulai menghayal.

Dan di khayalan gue tadi, gue pengen bikin foto gue sendiri, tapi dengan multi-gue alias guenya banyak. Dengan kostum celana putih, baju Superman item, glove, dan sepatu adidas putih, bersusah payah menggunakan tripod dan Nikon D50. Dan foto itupun kemudian jadi :
















Gila juga kalo gue kembar empat ya?

Gue ngambil tempat diteras rumah gue. Kalo diliat-liat, rumah gue jadi kayak kebagi dua, ya. sebelah kiri kongkrit dan sebelah kanan hutanisme.

Gue bingung kalo misalnya ini kenyataan, nyokap gue pasti bakalan nangis terus. Gimana nggak, satu aja persediaan beras cepet abis. Apalagi empat?

Saturday, April 11, 2009

Jejaring Sosial di Internet

Jujur, gue bosen sama friendster.
Jujur juga, gue males pake facebook.
Jujur lagi, myspace gue sepi.

Jadi untuk apa gue capek-capek bikin account di sana kalo nggak di pake? Sesuatu yang bernama 'hasutan teman' berperan besar di sini. Gue sebenernya hanya iseng buat akun. Lagipula gue hampir setiap hari duduk di depan PC, kalo lagi nggak ngeblog dan ngecek e-mail, baru gue buka. Mungkin kalo nggak ada internet gue akan lari ke hutan untuk berpetualang bersama monyet kecil dan menamakan diri gue Ace Ventura.

Anyway, akhirnya gue buka facebook hampir seminggu sekali. Itu juga udah paling sering. Akibatnya: setiap sampai home, puluhan friend request sudah bertengger di kanan atas minta diklik. Padahal mereka belum tentu kenal sama gue. Dan abis nge-request juga sama sekali nggak ada niatan untuk kenalan. Belum lagi apps, groups, dan causes invitation which makes me tired. I mean, do I look like somebody who wants and have the anthusiasm for using that silly app?

Friendster gue udah terbengkalai semenjak satu bulan yang lalu. Dan myspace, lebih lama lagi. Dan setelah membaca artikel ini, dan mendengar kasus tentang beberapa teman kakak gue kena skorsing karena facebook membuat facebook gue sepertinya sebentar lagi akan bernasib sama seperti friendster dan myspace.

Tapi semua ini hanyalah curhatan seorang anak yang merasa masih banyak hal penting dari pada ber-jejaring sosial ria. Mending blogging, ikut lomba, menang nggak menang urusan belakangan. Hidup blogger!

Waktu Itu

Waktu itu jam pulang sekolah.
Waktu itu saat pendalaman materi.
Waktu itu kita belajar.
Waktu itu materi matematika.
Dan waktu itu.

Waktu itu...
Orang itu dengan segala kesombongan yang mungkin pernah dimiliki seorang manusia mengatakan bahwa kita, gue, ga bisa. Dan gue hanya bisa tertawa kecil. Emangnya lo bisa?

Come on, try me! Atau lo takut ketahuan bahwa actually, there are some of us who are better than you. Tapi apa mau dikata. Yang sudah ya sudahlah. Toh gue juga nggak rugi apa-apa. Lagian mungkin nanti gue akan dibilang sombong atau apalah. Mendingan gue mulai nulis puisi lagi daripada mendengarkan ocehan yang sama sekali tidak berpendidikan. Atau mungkin gue akan meneruskan membuat apa yang kata mereka biografi masa depan. Ya. Itu lebih baik.

Sudah saatnya pelajar bangkit, pak! Sekarang bukan zaman feodal yang hanya bisa disuruh-suruh dan dimaki!

Friday, April 10, 2009

Sebuah Karya

Di dalam hati ini
Terukir butir-butir kehampaan
Yang pertaruhkan nyawa, kebebasan
Tanpa berpikir tentang tujuan

Beratus-ratus insan yang ada
Tak sedikit yang membekas
Dan kuucapkan ini kepadamu
Hanyalah impian, wahai kawan

Hapuslah gurat frustasimu
Hidupkan api kecil semangat di dadamu
Teruslah bermimpi, nurani
Pertahankan emosi membaramu

Karena karya hanya sebuah permulaan
Dan kisahmu adalah kesudahan
Hanya tinggal dirimu dan khayalanmu
Yang membantumu terus berdiri

Kawanku, pikiranku, emosiku
Lewati batasan-batasan dunia
Menuju langit yang penuh
Berisikan tulisan-tulisan
Lukisan tentang pahit manis kehidupan