Showing posts with label erza. Show all posts
Showing posts with label erza. Show all posts

Tuesday, May 12, 2009

Nasib Buruk dan Tukang Listrik

Sial.

Perut gue sakit lagi.

Sepertinya akhir-akhir ini banyak hal buruk yang terjadi di hidup gue. Coba liat: Perus sakit, kepala pusing, pilek, komputer mati-nyala, dan TV model baru di kamar gue yang namanya TV gebrak. Harus digebuk dulu sebelum jelas gambarnya. Agh.

Sedangkan hal baik yang terjadi belakangan antara lain gue punya HP baru. Nokia 7210 Supernova yang telah melepaskan kerinduan gue akan 5300 yang lalu. Yeah.

Seharusnya gue lebih berhati-hati menghadapi musim nasib buruk gue ini. Dengan begitu masalah ini nggak bakal terjadi.

* * *

Hari ini ujian praktek elektro. Inti dari tugasnya sih sebenernya hanya membuat rangkaian sederhana yang terdiri dari steker, stop kontak, saklar, dan diakhiri dengan fitting lampu beserta lampunya sendiri yang harus dirangkai di atas satu papan kayu. Pekerjaan cocok untuk om tukang listrik.

Gue sekelompok bersama si papi-mami Erza dan Muthia juga Putri. Erza emang selalu menjadi mitra gue bila berurusan dengan listrik-listrikan. Nggak tau kenapa. Mungkin muka lo kayak saklar kali ya, Za. Bisa dicetak-cetekin.

Pekerjaan berlangsung dalam berisik. Suara ketokan palu begitu membahana bagaikan koor di kelas. Tok, tok, tok. Kelompok gue sendiri bekerja dengan giat. Mulai dari yang terakhir, fitting, terus kedepan. Rangkaian udah jadi, tinggal memasangkannya pada papan. Yang berarti kita harus mulai main palu dan paku.

'Siapa nih yang ngerjain?' tanya Erza.

Sebuah tangan teracung dengan semangat ke atas. Tangan gue. Dengan tampang penuh antusias dan nafsu (lho?!), gue meraih palu dan paku dan mulai membidik. Ini saatnya. Semua bagaikan sunyi sesaat dan slow motion. Paku sudah ditempat, palu perlahan naik ke atas dan terus ke atas. Dengan sekuat tenaga dan penuh keyakinan gue menghantamkan palu itu ke arah paku yang diam.

Dok!

'Yaaaaaaa!!'

'Yaa' tersebut bukanlah 'Yaa' senang. Lambat laun suara teriakan itu berubah.

'aaaaaAAAAAHHH!'

Gue bukan lagi disuruh minum alpukat. Bukan juga lagi disuruh makan taoge. Tetapi: tangan gue kena palu!

Sial!

Untung tenaga gue saat itu tidak terlalu tersalurkan melalui palu bejat tersebut, sehingga tangan gue hanya sukses nyeri tanpa membengkak. Tapi tetep aja. Gue memandang mitra kelompok gue. Erza diem. Erza, Muthia, dan Putri memasang wajah bego-lu-bob dengan prihatin. Akhirnya tugas gue diambil alih sama Erza. Sori Za, gue masih belom sembuh dari pusing nih, jadi belom bisa fokus! (masih aja ngeles)

Anyway akhirnya tugas tersebut selesai. Ah, menyebalkan, karena tangan gue masih berdenyut dengan riang. Tapi biarlah, sebanding ama nilai yang didapat.

Pesan moral yang gue ambil: kalo lo nggak bisa berurusan dengan palu dan paku, jangan jadi tukang listrik!

Nasip, oh nasip.

Friday, May 08, 2009

Winchester Family, Whom I Dedicated For

#1 Erza Winchester
Anggota WF paling tinggi. Literally, bukan jabatannya. Seorang pelawak yang nggak bisa diem tanpa bikin orang ketawa. Di sekolah, dia terdaftar sebagai papi-mami #1 bersama 'pacar-tapi-katanya-bukan'-nya, Muthia. Dia tinggi, berkumis, berjenggot, pake kacamata dan jas item sambil membawa-bawa neuralyzer.

#2 Yara Winchester
Berjilbab, dari luar keliatan kalem. Tapi kalo udah ketawa, mwahahahaha. Begitu ekspresif. Dia sekarang tengah merasakan impiannya bersama S**d. Yara merupakan salah satu pendiri dari WF.

#3 Sharvin Winchester
Bersanding dengan Yara dalam urusan kalem-mengalem. Saking seringnya menjabat sebagai bendahara dalam organisasi apapun, sepertinya membuat Sharvin identik dengan duit. Dia agak gemuk, berambut keriting, dan punya rumah yang jaaauuuuuhhh banget dari sekolah. Yaitu di seberangnya.

#4 Bobby Winchester
Anak paling bodoh diantara semua anggota WF. Nerd, mungkin iya. Kerjaannya blogging, nulis cerita, atau nulis puisi sementara anak-anak dunia yang lain sedang sibuk ber-facebook-ria gembira. Tinggi badan standar (baca: tinggi banget), rambut pendek, dan pencetus nama Winchester (sok iye!).

#5 Fikri Winchester
Ibarat cagur, dia Narji. Ibarat opera van java, dia Aziz Gagap. Intinya: bahan celaan anak-anak untuk hepi-hepi. Tapi kalau dia nggak masuk sekolah, kelas jadi sepi, sunyi senyap. Nggak seru. Dia gemuk, punya senyum yang sangat menawan (*hoeks*), dan sponsor utama kelas sembilan satu. Artinya: banyak duit!

#6 Farhan Winchester
Satu-satunya anggota WF yang sepertinya di masa depan akan menjadi seorang ulama. Anaknya pak Haji Muhamad, guru di SMP 40. Rajin shalat, rajin ngaji, rajin nyembelih sapi, rajin nonton kartun, aduh jadi ngelantur. Tidak ada yang diomongin olehnya bersama Fikri selain Mafia Wars di Facebook. Kurus, putih, dan ganteng.

#7 Intan Winchester
Kalo ditanya anak WF yang paling ribut, dia. Kalo ditanya lagi anak WF paling bawel, dia lagi. Satu orang yang bisa merubah suasanya sunyi kuburan menjadi pasar malam. Rame banget! Agak gemuk, rambut panjang, dan mulut yang lebar apabila mulai bergosip.


Deskripsi singkat:
Winchester Family adalah sebuah kumpulan anak-anak yang selalu ingin berbahagia, tanpa musuh atau apapun. Kerjaannya setiap hari adalah main hape, online, ketawa-ketiwi, jalan-jalan naik mobilnya fikri, atau sekadar berkumpul untuk bergosip dalam acara infotainment yang dipandu oleh Intan. Walaupun nanti setelah lulus mereka semua berbeda sekolah, mereka telah berjanji untuk selalu bersama! (kayak sinetron aja ya).

Ditulis oleh Bobby Winchester