Tuesday, September 29, 2009

Newsflash! Aye!

Update-update lagi aah.

1. Gue tau, mungkin udah ratusan kali gue bilang di blog ini, bahwa I've been a very bad blogger. Then again, don't blame me! Blame twitter! Therefore, follow me on twitter! http://twitter.com/bobbypriambodo! Huahaha.

2. Oh iya, gue lupa ngucapin ini.

Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1430 H.

Telat abis, gue tau. Tapi gue kemaren-kemaren gue lupa terus mau nulis. Yah, baru sekarang deh kesampean.

Speaking of lebaran, untuk para manusia yang masih tergolong anak-anak dan remaja pasti tak asing lagi dengan istilah angpao/salam tempel/thr. Dan selama grafik pertumbuhan usia semakin naik, maka jumlah thr dari tahun ke tahun pun semakin turun. Huah. Rese.

Tapi the good news is, uang lebaran gue masih banyak! Mueheheh.

3. Sebetulnya, di musim liburan ini, sekolah gue ngasih banyak pr. Tapi... gue totally lupa. Hemm.

4. Kembali ke tiga hari sebelom lebaran, gue sempet sakit berat. Malem-malem, jam 9 sampe jam 6 pagi. I'll tell you later about it.

5. Hari Minggu kemaren akhirnya gue latihan baseball lagi. Ya. AKHIRNYA. Glove gue udah merengek-rengek minta dipake tuh. Which is, serem juga kalo tiba-tiba glove gue beneran narik-narik baju gue. Oh yeah, jadinya Minggu kemaren gue latihan batting. Sekali lagi, AKHIRNYA. Gue bisa ngerasain mukul bola kecil itu menggunakan bat yang sering gue liat di PS Manhunt digunakan untuk mukulin orang. Mwahahahaha.

Upcoming event: Turnamen Pelajar X, tanggal 12 Oktober. Teladan bakal main. Dan tim diperkuat lima belas orang. I have to be on that team! Uoh!

6. Gue baru bikin Tumblr. Oke, gue tau gue sangat #ketinggalanjaman. Tapi... who cares? Visit me at http://pelajarbodoh.tumblr.com

7. Gue lagi suka ngomong pake bahasa bajak laut nih. Haha. English, of course. Karena gue belom pernah liat film bajak laut Indonesia. Adanya Mancing Mania.

*

Okay. Gue ngerasa tempo gue nulis hari ini agak sedikit cepat. Enggak seperti biasanya. Tapi biarin lah.

That's it for now, lad.

Aye! Catch ya' later! Savy?

Monday, September 28, 2009

And That Growing Up Thing

Gue ngerasa,
gue berubah.

Bukan, bukan berubah jadi Power Ranger Merah. Ataupun berubah jadi psycho dan homo serta mulai memotong-motong orang kayak seorang pelaku mutilasi dari daerah asalnya Dewi Persik itu. Enggak, gue cuma ngerasa gue udah enggak kayak dulu lagi. Contohnya, sekarang gue ngupil pake tangan (emang biasanya pake apa?).

Anyway, gue beneran ngerasa sifat gue berubah. Yang paling kerasa sih kayaknya gue jadi enggak lucu. Kalo lo merhatiin gue di twitter (sekaligus promosi twitter gue @bobbypriambodo ^o^), gue jarang ngeluarin banyolan-banyolan lagi. Lebih sering curhat.

Inikah yang dinamain beranjak dewasa? Atau justru gue malah jadi kekanak-kanakan?

Hmm.

*

Speaking of growing up, gue sering mikirin gimana gue nanti kalo udah dewasa.

To be honest, sebenernya gue itu orangnya sangat parent-ish. Gue punya kecenderungan protektif, terhadap siapa pun atau apa pun yang gue sayang.

Dan lagi, gue mengagumi anak kecil perempuan. Bukannya gue pedofil atau apa, tapi gue nganggep anak perempuan itu adalah karunia yang paling berharga. Mengutip kata-kata tokoh paling antagonis di buku Peter Pan and the Shadow Thieves, Lord Ombra:

'A father have a special place in his heart for his daughter.'
atau,
'Seorang ayah mempunyai tempat yang istimewa di hatinya, untuk anak perempuannya.'

Tempat yang istimewa. Ya. Seorang ayah enggak akan pernah mau anak perempuannya kenapa-kenapa. Bukan merendahkan anak laki-laki, karena gue sendiri juga laki-laki (ya, gue berjenggot), tapi menjaga anak perempuan itu lebih susah daripada menjaga anak laki-laki.

Seorang ayah enggak akan mau anak perempuannya mendapat masalah. Apalagi kalo gue nanti punya anak perempuan, gue enggak bakal mau anak gue dapet masalah karena niru-niru bapaknya jadi orang bodoh. Cukup gue aja yang menanggung itu. Cukup gue ajaaa!! *dengan pistol yang mengarah ke kepala*

Bum.

*

Ehem.

I know, I talk too much for a kid that have only lived for 15 years now. But really, it is what I think.

Sebenernya dari dulu gue pengen banget punya adek perempuan. Tapi sayangnya Tuhan tidak menghendaki, jadilah gue punya adek cowok. Yang cantik (dulunya, sekarang mah nyebelin).

I have a dream, ya know, gue bisa sukses dan hidup di Manchester, Inggris, di rumah yang damai khas England dengan istri dan anak-anak gue. Again, it would be a miracle.

Huh.

Such a dreamer, ain't I?

Thursday, September 03, 2009

Email Baru dan Gempa

Okay.

First of all, gue tau zaman udah berubah dari zaman batu ke zaman es sejak gue terakhir posting. Kegiatan gue kebanyakan, tidur gue juga tambah banyak. Alhasil, blog gue tertinggal. I'm sorry for all of you readers! (kayak punya aja)

Second, gue pengen ngasih tau kalo alamat email primer gue berubah. Jadi bagi anda-anda yang kekurangan pekerjaan dan ingin mendapat email balasan berisi sesuatu yang tidak penting atau penting (kadang-kadang) dapat menghubungi gue di:

bobby.priambodo@gmail.com

Email yang kamu terima, langsung dari aku lho!

Other note, gue mulai bosen (lagi) dengan layout blog gue. Yah, gue yang bikin sendiri ini, jadi gue enggak merasa terlalu bersalah. Ayo, kita berjuang untuk mengubahnya lagi...

*

Selama puasa ini kerjaan gue hampir sama. Sahur, subuh, tidur 15 menit, bangun, mandi, sekolah, pulang, zuhur, tidur, bangun, ashar, online sampe maghrib, buka, maghrib, online lagi, isya, tidur lagi, dan kembali ke awal. Tambahan di hari Kamis dan Minggu, ada latihan baseball.

Gue bosen. Tapi gue males.
Gue pengen ngelakuin sesuatu. Tapi gue capek. (jadi apa maksud lo nulis begini, Bob?)

*

Oh iya, kemaren kan ada gempa.

7.4 SR yang berpusat di Tasikmalaya itu menggetarkan hampir seluruh daerah di pulau Jawa. Pas kejadian, gue lagi tidur.

Sendirian di rumah. Listrik enggak ada yang nyala kecuali kipas angin (gue tidur diluar) dan charger hp gue. Hp gue lagi nyanyiin lagu Blink182 - Not Now. Pas si Tom nyanyiin bagian ini:

'God has the master plan and I guess, I am in His demand.'

Tiba-tiba sofa tempat gue tidur goyang. Gue kira darah rendah gue kambuh. Tapi gue inget-inget, frekuensi kambuhnya udah berkurang jauh. Kemungkinan kedua, gue sakaw gery chocolatos. Gue udah mau beranjak nyari satu, tapi gue inget gue lagi puasa. Terus tiba-tiba diluar ada yang teriak.

'Sooool sepatu!'

Eh, bukan itu. Tapi ini:

'GEMPAAAA!!!!'

Kemudian sel-sel diotak gue langsung bekerja. Pada saat gempa, hal yang pertama dilakukan adalah... gosok gigi. Bukan! Lari keluar rumah dan matiin aliran listrik, ya! Lalu gue langsung ngibrit keluar.

Terus gue ngerasa; bumi gonjang-ganjing. Gue berasa terombang-ambing kayak naik kapal. Dalam hati gue kebayang mungkin ini rasanya kalo lagi nonton Trio Macan konser terus mereka joget dan teriak 'Jakarta digoyaaaaaang!'.

Tetangga-tetangga gue pada berhamburan keluar kayak tokai abis disiram (analogi yang menjijikkan, gue tau). Pada khawatir. Ada ibu yang ngegendong anaknya. Ada bapak-bapak pake kaos sama celana pendek doang. Ada cewek ama cowok pegangan tangan, lalu si cowok menyatakan cinta. Oke, yang itu gue boong.

Selama kejadian seru itu, gue baru sadar: hp gue ada di tangan. Enggak ngebuang kesempatan, gue langsung online twitter dan facebook.

Bener aja, di dunia nyata gempa, di sana juga gempa. Gempa status.

Otak kritis gue meledak-ledak. Ia ngebisikin gue 'Wah, dasar. Orang-orang ada bencana bukannya nyelametin diri malah ngambil hp terus update status'.

Gue tulis kata-kata itu di status facebook gue. Ada empat belas orang yang mencet tombol Like.

*

Peristiwa ini mungkin adalah peringatan dari Tuhan Yang Maha Esa kalo kita umatnya udah banyak yang tidak inget pada-Nya. (Bener aja: pasca-gempa, orang-orang berbondong-bondong ke masjid untuk shalat ashar).

Ini munculin pertanyaan lagi: apakah orang Indonesia hanya bisa melakukan suatu hal yang benar bila digertak terlebih dahulu?

Contoh sederhana. Bom Marriot-Ritz, mal-mal dan kedutaan langsung meningkatkan keamanannya. Malaysia ngeklaim kebudayaan Indonesia, pemerintah baru ngegalakin menteri pariwisatanya. Terus sekarang, gempa, segelintir orang baru buru-buru pengen tobat ke Allah SWT, padahal biasanya inget aja enggak.

Aduh, gue jadi kedengeran kayak ustadz-ustadz di acara sahur.

Yah, pokoknya gue berharap aja semoga peristiwa gempa ini lebih meningkatkan kesadaran orang Indonesia untuk beribadah kepada Tuhannya.

God bless Indonesia, Indonesia Unite.