Friday, July 31, 2009

Induk Segala Ilmu?

Guru matematika gue pernah bilang:
"Matematika adalah induk dari segala ilmu."
Kenyataannya, dengan belajar matematika gue belom bisa menjahit.

Guru geografi gue pernah bilang:
"Geografi adalah induk dari segala ilmu."
Padahal gue masih belom bisa memasak walaupun gue udah belajar geografi.

Guru kewarganegaraan gue pernah bilang:
"Kewarganegaraan adalah induk dari segala ilmu."
Ya, gue udah bisa main gitar. Tapi itu bukan karena kewarganegaraan.

Jadi kesimpulannya? 'Induk' segala ilmu itu enggak ada. Mungkin matematika adalah induk berbagai ilmu, tapi hanya beberapa ilmu tertentu. Begitu pula dengan geografi dan kewarganegaraan. Jadi pantas dibilang bahwa satu ilmu adalah induk dari segala ilmu YANG berada dalam ruang lingkupnya.

Memasak, menjahit, main gitar itu bukan ilmu, tapi keterampilan? Bukankah kalo kita bisa matematika juga sering disebut terampil matematika?

Tapi mungkin omongan-omongan diatas berasal dari sifat dasar manusia yang terkadang melebihkan sesuatu yang dia punya untuk menutupi kekurangan. Manusiawi juga sih, karena gue juga sering berlaku seperti itu.

Nah, karena tidak adanya 'induk' dari segala ilmu itulah yang mengharuskan kita untuk belajar semua ilmu yang diajarkan di sekolah. Ibaratnya kalo satu mata pelajaran adalah induk, maka ngapain kita susah-susah belajar mata pelajaran lainnya, cukup itu aja.

Di posting ini gue cuma pengen ngeluarin pendapat gue tentang omongan-omongan orang. Guru-guru di sekolah gue selalu nganjurin untuk berpikir kritis. Jadi, inilah yang gue lakuin.

Mungkin terdengar sepele atau apa lah, tapi gue ngerasa ada dorongan besar untuk nulis ini. Mari kita belajar!

Monday, July 20, 2009

Pak polisi, jangan leha-leha lagi!

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Empat tahun sudah Indonesia menjalani masa damai. Tapi impian kedamaian itu hancur seketika pada tanggal 17 Juli, pukul 7:47, hotel J.W. Marriot dan Ritz Carlton di bom oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Okay, kalimat di atas terlalu formal. Kembali ke gue yang santai!

Yah, pokoknya di posting ini gue ingin menyampaikan rasa duka yang sebesar-besarnya serta harapan agar korban beserta keluarga diberi ketabahan untuk menjalani cobaan ini.

Gue bingung, semenjak peristiwa Bom Bali 1 dan 2, kok masih ada aja orang-orang yang berpikiran bahwa yang mereka lakukan adalah jihad. Yang ada di pikiran mereka hanya jalan pintas menuju surga. Mengutip kalimat dari film Long Road To Heaven:

"There is no shortcut to heaven. It's a long, difficult way to go there."

Kalau bener ada jalan pintas menuju surga, maka surga akan seperti kaleng ikan sarden. Rame banget.

*

Secara langsung maupun tidak, peristiwa ini berpengaruh pada kondisi negara. Harga rupiah jatuh (informasi terakhir 1$=Rp15000), wisatawan mancanegara berkurang, devisa menurun, bahkan pembangunan yang telah diusahakan selama hampir lima tahun oleh Presiden SBY bisa dibilang sirna begitu aja.

Entah apa yang ada di pikiran pelaku pemboman sehingga tega merusak bangsa ini.

We hate you, terrorist!

*

Other note:

Indonesiaunite, sebuah gerakan nasionalis yang bertujuan untuk menyatukan bangsa Indonesia, yang dipelopori oleh Pandji Pragiwaksono, tengah berkembang secara pesat di komunitas Twitter. Mayoritas pemrakarsanya adalah anak-anak muda yang memiliki akun di jejaring sosial itu. Penjelasan singkat tentang Indonesiaunite bisa dilihat di koran Seputar Indonesia hari Minggu, 19 Juli 2009 pada halaman 27. Pada hari itu juga Pandji diundang ke TVone untuk menjelaskan tentang Indonesiaunite tersebut.

Dan gue bangga bisa berperan dalam gerakan tersebut.

*

Anyway, mungkin salah satu penyebab terjadinya pengeboman kali ini adalah lalainya para aparat keamanan. Bayangin, empat tahun masa damai tanpa terjadi apa-apa cukup untuk ngebuat santai bapak polisi.

Kemaren gue ngeliat di TV, tim gegana yang make seragam mirip SWAT beserta helmnya. Gue yakin, kalo enggak ada peristiwa ini, helm itu bakal cuma kesimpen di lemari.

Kebiasaan orang Indonesia sih, santai-santai... giliran dikagetin dengan bom baru deh gerak semua.

Makanya, menurut gue, kalau sepak bola dan olahraga lain mau maju, harusnya Indonesia perang dulu. Ketika perang kan rasa nasionalisme lagi tinggi tuh, dijamin menang deh. Enggak kayak sekarang yang cuma mentingin duit.

*

Indonesia Unite!

Thursday, July 16, 2009

My Friend In Gokilness

How do y'all do? Pada kangen kan sama gue? Jujur, gue juga kangen... sama blog gue. Tapi apa boleh buat. Sekarang dirumah gue makin sibuk rutinitasnya (baca: tidur), apalagi sejak gue masuk di sekolah baru.

No time to blog! Seriously. Tentu aja, sedikit banyak Twitter berpengaruh terhadap semua ini.

*

Okay, enough for the chit-chat!

Di posting ini gue cuma pengen nyeritain seseorang yang berperan dalam menemani gue selama liburan sebelum sekolah ini. Selain Bella, tentu aja, yang pasti enggak pernah absen untuk ngirim sms. Dan orang itu adalah:

Yozella Adjie Pratama

Cewek kelas sebelas SMA 5 Tanggerang yang biasa dipanggil Sella ini lahir pada tanggal 32 bulan sabit tahun kuda. Dia seorang writer, reader, and critician dari tulisan-tulisan yang sering dia baca. Termasuk tulisan gue. Dan dari seratus komentar dia tentang tulisan gue, cuma satu doang yang dia bilang ancur. Yang lainnya... ancur banget.

Orangnya gokil. Lebih gokil dari gue. Ibaratnya kalo tingkat kegilaan gue itu udah stadium empat, tingkat kesingitan Sella itu stadium Gelora Bung Karno. Oh, itu stadion.

Tapi dibalik singitnya cewek ini, orangnya baik. Pengertian, suka ngasih kritik membangun. Caranya nulis yang kadang menunjukkan kalo ini orang agak-agak edan tapi sebenernya pinter (anak IPA meen!) sangat menghibur. Komentar-komentar kocaknya tentang apa aja yang enggak penting menjadi lucu karena gayanya nulis hal itu.

Dia punya pacar, namanya Mario. Gue heran kok Mario bisa tahan. Salut untuk Mario!

Oh, iya. Kalo lo pada mau kenalan, or, hanya untuk menelaah tentang Sella, buka blognya di http://zelazelo.wordpress.com
Atau lo juga bisa follow twitternya di sini.

Mengutip salah satu tweet Sella:
@zelazelo 'gw : "minggir ah, gue sakit perut nih! lagi dapet gw!" adek gw : "dapet berapa?" (gue lupa, adek gw masih SD. dia gatau apa2.. --')'

Sel, kalo suatu saat nanti lo terdampar di suatu pulau sendirian... miskol gue.

Mars SMA 3

Slamat berjumpa kami ucapkan
Kepada sahabat semua
Suka duka masa yang silam
Terukir di hari ini

Resah gelisah lenyaplah sudah
Demi suksesnya acara ini
Terimalah kesan terindah
Semoga takkan terlupa

Bersatulah kita semua
Dalam suka dan duka

Jaya-jayalah, SMA 3
Untuk slama-lamanya aaa
Untuk slama-lamanya

Saturday, July 11, 2009

Twitter 'Membunuh' Blogger

Artikel ini gue tulis sendiri, berdasarkan pengalaman gue sendiri. No offense, none taken, so... check it out.

*

Gue selama beberapa minggu ini telah 'kecanduan'. Bukan narkoba, bukan minuman keras, atau putaw, ngelem, dan hal-hal lainnya. Believe me, I'm straight as a stick. Gue 'kecanduan' Twitter.

Akibatnya? Blog gue terbengkalai.

Setelah gue menggali-gali apa penyebab terbengkalainya blog gue itu, ternyata karena: semua ide gue udah tercurah melalui twitter.

Twitter membunuh kemampuan gue ngeblog!

Tapi itu enggak berlangsung lama. Gue udah berjanji pada diri gue sendiri seperti Gajah Mada bersumpah kepada negeri kita Indonesia, gue akan serius ngeblog lagi! :sfx patriotism:

Ehem.

Anyway, gue juga udah mulai naro ide-ide menulis gue dalam note di hp. Lebih gampang ingetnya. Cara yang ampuh untuk menahan temptasi dari Twitter.

Yup, I'll keep on blogging! Horray!

*

Other note, SBY - Boediono masih unggul di quick qount. Yeah.

Pra-MOS yang (agak) menyenangkan.

For you who doesn't know apa itu MOS, mari gue perkenalkan dulu...

MOS adalah Masa Orientasi Siswa. Jadi siswa-siswi yang baru masuk ke satu sekolah harus melewati satu tahap yang namanya MOS tadi. Kegiatan MOS itu bertujuan untuk mengenalkan siswa-siswi terhadap sekolah baru mereka. Udah tradisi dalam setiap MOS, setiap mentor (OSIS dan MPK) berhak untuk ngerjain, jailin, atau nyuruh-nyuruh kepada siswa-siswi baru. Konon kabarnya, MOS jaman dulu itu parah, sampe ada bentak-bentakannya. Tapii... setelah akhirnya pemerintah turun tangan dan komnas HAM juga ikut membantu, kegiatan 'bentak-membentak' itu udah terhapus. Thank God!

Cukup penjelasan tentang MOS-nya, ayo lanjut ke kegiatan gue hari ini, pada tahap pra-MOS.

*

Gue dateng ke SMA 3 Jakarta jam setengah tujuh pagi (padahal disuruhnya jam tujuh. Yaah, better safe than sorry, rite?) dengan dianterin oleh bokap naik motor. Betenya, gue masih pake seragam putih biru. Hei, gue harusnya udah SMA kan?


Sampe di sana, temen-temen gue belom pada dateng. Siip, belom pada dateng mendingan gue smsan dulu ama Bella ^_^.

Enggak lama, seorang bapak guru yang budiman mengeluarkan papan tulis yang bertuliskan pembagian kelas X. Gue pertama liat X-A. Ada Djody, Recky, Nikita, daaaan... enggak ada gue. Lanjut ke X-B, cuma ada Zaki. Akhirnya pas di X-C gue liat nama gue. Menyusur ke atas, ada Syifa, Ima, sama Cheya di X-C! Hore! Hahahahah.

Anyway, enggak lama kemudian Djody ama Syifa dateng. Terus Cheya. Well, gue ngobrol-ngobrol dulu sama mereka, terus dateng Nouval, Dea, Nissa, Shasha, Recky, Adriel. It's like reunion.

Setelah itu para murid baru pun dikumpulkan di lapangan.

Kepala SMA 3, Ibu Wieke, naik ke podium untuk memberikan sambutan. Kesan gue sama kepsek ini: orangnya tegas, ngomongnya halus tapi straight to the point, overall bagus, setidaknya kalo dibandingin ama Sarni.

Setelah itu, para mentor-mentor yang baik menuntun para murid baru menuju kelasnya masing-masing.

Di kelas sains 4, itu kelas gue. Gue ngambil tempat di belakang sama Syifa, Cheya sama Ima.

Perkenalan dimulai. Jujur, susah banget buat ngapalin nama-namanya. Yang gue inget antara lain: Reva, Minit, Nadhil, Adis, Caca, Alam, Adit, Adit, Adit, Adit (gue enggak bercanda, Adit di kelas gue ada banyak), Irsyad, Faris, Iasha, Yovanca, dan Ibnu.

Lalu ada latihan yell-yell SMA 3, namanya Acicole (whatdafak). Liriknya gini:
Acicole,
Acicoleta,
Acicampe'em,
Acem acem acem, Wuh!
Oh. My. God.

Gue low profile aja dikelas, setidaknya sampai MOS berakhir. Tujuannya biar enggak dikerjainlah. Hidup gue udah cukup indah tanpa harus menanggung malu dari performing Acicole di depan kelas-kelas, terima kasih.

Susahnya ngapalin nama anak-anak sekelas, ternyata enggak seberapa daripada ngapalin nama mentor-mentornya. Yang gue apal cuma Mutia dan Dita. Chika udah pasti gue apal, dulunya kakak kelas. Haaa tapi Chika kagak megang kelas gue -_-.

Abis itu, mulai deh catatan apa yang harus dibawa hari Senin sampai Rabu atawa pada hari MOSnya.

And... they are:
>~ Name tag (udah kacau rinciannya, males gue nulis)
~ Kertas HVS bekas
~ Surat cinta untuk mentor, harus puitis, wangi, dan ditempelin yupi serta cap bibir
~ Bekal
~ Alat Sholat

Pada saat itu banyak anak-anak yang ditarikin para mentor untuk perform Acicole di kelas-kelas. Untung gue enggak. BEBAS.

Segala penyiksaan dan penindasan itu terus berlangsung selama beberapa saat, sampai akhirnya jam sembilan acara kelar.

Oh, iya. Selama kelas satu ini, ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi, yaitu:
- Selama enam bulan sebaiknya jangan ke kantin dulu
Untuk menghindari kakak kelas yang gatel pengen ngisengin, kalau mau nitip ke mentor. Kalo emang niat mau ke sana lebih baik berbondong-bondong sekalian kayak mau demo masak, daripada sendiri-sendiri.
- Jangan naik motor atau mobil sendiri dulu
Untuk menghindari kakak kelas yang gatel pengen ngisengin (lagi), karena dulu pernah ada yang bawa mobil semua bannya dikempesin. Scary.
- Jangan keliaran di lorong kakak kelas
Untuk menghindari kakak kelas yang gatel pengen ngisengin (lagi lagi lagi), karena sama aja kayak masuk kandang macan.

Kesimpulan yang gue dapet: kakak kelas di SMA 3 pada jarang mandi. No offense :)

Akhirnya waktunya untuk pulang, gue ngebis bareng Syifa dan simsalabim gue udah nyampe depan 40. Berhubung ada Bella di sana, mampir dulu ah, say hi. BD

Pra-MOS. Pesan moral, keep low profile on top.

Friday, July 03, 2009

Nikita dan Jangan Ditanya Cafe

Posting... pengen update-update aja ah.

*

Gue masuk SMAN 3 Jakarta dooong. Haha. Gue udah jadi anak 3 sekarang. Putih abu-abu, here I come!

Tetep, target gue masih belajar. Soalnya gue pengen ngejar PMDK selama gue SMA. And I knew it's not easy. Ganbatte!

Rencana-rencana gue selama di SMA 3 ini yang paling gue pengen adalah gabung sama STIFOC. Tau?

SMA TIGA FOTOGRAFI CLUB

Fotografi is my life. Dan gue nggak bakal nyia-nyiain itu.

Oh iya. Btw gue nanti di 3 bakal sekolah bareng Nikita Willy loh. Tau, kan?


Nikita Purnama Willy

Betemen ama artis juga deh gue. Semoga aja dia nggak songong. Haha.

*

Hari senen kemaren abis dari Bebek Ginyo, Arnin and friends pada mau shisha-an. Shok, gue ikut mereka. Tapi gue yang nggak suka shisha ini malah maen kartu sama Fikri, Yara, dan Sharvina.

Kami berempat adalah geng bersih!

Mereka pada shisha-an di sebuah kafe yang bernama Jangan Ditanya Cafe.

Dari namanya aja gue udah bingung. Jangan ditanya? Siapa juga yang mau nanya? Dan setelah gue baca menunya, gue lebih bingung lagi:



Nasi kornet BERTELUR?? Nasi ASAL??? Nasi KACAU????

Ini cafe mau apa sih sebenernya?

Ckckck.

Sial, Yara dapet tandatangannya Radith di buku Cinbro-nya. Irma dan gue ngamuk.

*

Hari ini gue udah satu bulan lebih delapan hari bersama Bella. I hope we could stay long enough.

Kutukan Tommy Kala SD

Tommy sejak dulu punya secret admirer. A really, dangerous, menacing, secret admirer. Dan kenapa gue bilang kayak gitu? Ini ceritanya.

*

Pengagum rahasia itu bernama Inez. Dan dia ini bener-bener fanatik banget sama Tommy. Seakan Tommy adalah Brad Pitt, Tommy adalah Leonardo DiCaprio, Tommy adalah gula sementara Inez semut, Tommy adalah amplop dan Inez perangko, Tommy adalah cowok sementara Inez adalah cewek (yaiyalah!).

Kenapa gue bisa bilang fanatik, contohnya beberapa kasus:

Abang gue lari ngelewatin kelas gue. Gue kira dia lagi dikejar guru atau temen cowoknya, sampe gue denger teriakan seorang cewek "TOOOMMMMMYYYYYY!!!" yang saat itu terdengar kayak suara nenek penyihir peyot baru nemuin ramuan cantik dan awet muda.

Gue nengok.

Dan gue baru sadar Tommy lagi dikejar-kejar sama Inez. Gue ngakak. Tommy, yang lagi lari, memberikan pandangan melotot bego-lo-bob-nggak-bantuin-gue-orang-gue-lagi-kesusahan-eh-lo-malah-ketawa.

Gue bales dengan pandangan suka-suka-gue-dong-yang-penting-bukan-gue-korbannya-nikmatin-aja-ya ke arah Tommy yang lagi keringetan abis marathon lima puluh kilo.

Pulang-pulang gue berantem sama Tommy.

*

Lain hari, udah jam pulang sekolah. Seperti biasa, gue sama Tommy dijemput di belakang, di deket apotek. Entah kenapa hari ini Tommy narik-narik tangan gue biar cepetan. Gue ngikut aja. Pas udah masuk mobil, gue baru sadar.

Ada bunyi 'JEDUG!' dari kaca mobil gue. Gue nengok.

Kata-kata yang terlontar dari mulut gue saat itu: 'SILUMAN DARI MANA NIH!? TOMMY LO ABIS KENCING KAGAK PERMISI YA!?'

Tommy ngeliat gue dengan muka melas dan ngegeleng. Keliatannya bener dia ngelakuin itu.

Si 'siluman' tersebut, yang ternyata adalah Inez (lagi), nempelin muka dan tangannya ke kaca mobil gue sambil menyeringai. Dia menggumam "Tooommyyy...." sambil terus mengetuk-ngetuk kaca. Kalo gue inget-inget sekarang dia mirip setannya film Ju-on. Sayang aja saat itu gue belom nonton film jahanam tersebut. Bokap gue langsung tancap gas.

*

Tuhan.

APA DOSA KAKAK SAYA SAMPAI DIBERI COBAAN SEPERTI INI?

Tapi lulus SD abang gue pisah sekolah sama dia. Dan Tommy seperti telah terbebas dari kutukan. Dia jadi sering bersenandung, nyanyi-nyanyi, gondrongin rambut, gondrongin kumis, pake celana doang (ini bebas kutukan apa orang gila).

Lima tahun bertahan dalam kekangan 'manusia' itu ngebuat gue salut sama Tommy.

My Brothers' Profile

Dalam posting-posting gue, gue pernah nyebut beberapa kali tentang kakak dan adek gue. Tapi gue baru sadar gue belom pernah mengenalkan mereka secara 'resmi' to all you readers. So, gue pengen post biodata sodara gue versi gue (karena gue nggak tau sebagian bener apa nggak, hehe).


Abang ganteng

Nama lengkap : Widyastomo Bagus Prakoso

Panggilan : Tommy

Tempat tanggal lahir : Jakarta, 8 Maret 1993

Jenis kelamin : Cowok

Hobi : Karate, nyiptain lagu, nulis, main gitar, bikin film

Cita-cita : Atlet karate, pro songwriter, writer, musician, dan bekerja dalam broadcasting

Sekolah : SMA Negeri 35 Jakarta, kelas XI-IPB

Status : Jomblo (diragukan)

Facebook : *liat nama lengkap*

E-mail : tom_qrens@yahoo.com

O-kay... that's my big brader right there. Bagi yang mau kenalan kenalan aja ya... Tapi sayangnya Tommy nggak mau gue posting nomer hapenya di sini, takut ada spammer iseng. Haha.


Senyummu naak...

Nama lengkap : Widyastanto Bagus Prasojo

Panggilan : Joddy

Tempat tanggal lahir : Jakarta, 6 Februari 2002

Jenis kelamin : Bocah

Hobi : Nonton The Master, menjadi Limbad, nonton Tarzan Cilik, nyanyi Mbah Surip

Cita-cita : Fakir magician / mentalist

Sekolah : SD Negeri 05 Pagi Bendungan Hilir, kelas 3

Status : "Jod, status kamu apa?" "It's complicated"

Facebook : pesbuk?

E-mail : belom punya

Kalo yang ini adek gue. Mau kenalan? Lewat gue aja. Pasti disampein kok. Asaal... ada ongkos kirimnya. Hahaha.

Mungkin banyak yang bertanya dan gue akan menjawab: Ya, kita bertiga lelaki semua. Berasa jadi Al, El, dan Dul, dan sesuai sejarah, anak kedua emang paling ganteng. Hehe.

Wednesday, July 01, 2009

Triple Date Gue Bersama Mereka

Hari Senin kemaren gue jalan sama cewek gue dan dua temen gue yang masing-masing juga bawa pasangannya. Well, in other words, we're on a triple date.

Beberapa hari sebelom hari H anak-anak udah pada ngerapatin acara (hajatan, kalo kata Farhan). Pertama pada pengen di Taman Anggrek, tapi entah kenapa jadinya di Plaza Semanggi. Dan agenda rapat yang kedua: menentukan mau nonton film apa.

Dari koran-koran, majalah-majalah, tivi-tivi, berita-berita, kita tau ada dua opsi tontonan: Transformers 2 dan KING.

Dari dalam lubuk hati gue yang paling dalam (ceile) gue sebenernya pengen nonton KING. Tapi gue agak trauma dengan kejadian sewaktu gue nonton Garuda Di Dadaku beberapa waktu lalu.

Jadi gue nonton bareng om gue, kakak gue, dan adek gue. We went to PIM, mau nonton yang jam 12. Tapi dapet jam 2. Rese. Singkat cerita, gue akhirnya nonton. Dan gue nonton bukan di bioskop, tapi gue serasa nonton di TK. There were LOTS, TONS of KIDS. Ada yang pake kaos kaki tinggi banget, pake celana ngatung yang nggak tanggung-tanggung, melongo, berisik, ngiler, dan hal-hal tidak senonoh lainnya. Dammit.

Gue males kalo nonton sama anak-anak kecil. Berisik.

Apa lagi entah kenapa saat itu di studio 2 banyak abg-abg nggak jelas (baca: 4LaY) yang berisiknya lebih parah dari tikus yang ketiban sepatu Ronald McDonald. Liat aja, masa di dalem bioskop malah ngobrol. Mending tau etika gitu, tapi ternyata mereka tidak diajarin etika sepertinya. Berisik. Pernah sekali pas mereka lagi ribut-ributnya satu studio serempak bilang 'Sssssttt!' dan mereka langsung sekut.

Merdeka. Mwahahaha.

*

Kembali ke triple date lagi, akhirnya pada hari H kita ngumpul di sekolah. Kita itu maksudnya gue dengan Bella, Fikri dengan Bella (juga, gila sohiban nama ceweknya sama), dan Farhan dengan Prilly.

Berangkat naik mobilnya Fikri yang disupirin sama Pak Kumis Edi (pak... hehe, jangan marah ya, kapan-kapan anterin kita lagi loh). Nyampe di Semanggi jam sebelas, langsung ke lantai lima untuk beli tiket.

Betapa kagetnya gue ketika tau di ketiga studio filmnya Transformers semua.

Apa ini??

Semanggi keabisan film?

Di mana KING?

Tapi karena nasi sudah menjadi bubur, bubur udah menjadi lembek, lembek itu menjadi... (ah, jangan diterusin deh mendingan) akhirnya kita beli tiket studio 3 yang jam 12:45. Bagus. Satu setengah jam lagi menunggu.

Daaan pelarian tunggu kita sangat standar bila lagi ada di Plaza Semanggi: Game Master. *deng deng deng deng* HUAHAHAHAHAHA (sfx film horor).

(Gue males cerita tentang gimana gue maen di game master, so, langsung fast forward aja ya.)

Kita bertandang ke AW di lantai dasar. Laper meenn. Jadilah para pejantan membayari makan yang betina (ini gue lagi ngomongin apa sih). Kita selesai makan.

Gue : Yang, sekarang jam berapa?
Bella : *ngeliat hp* Jam 1.
Gue : *diem* Jam berapa?
Bella : *ngerut, mungkin ngira gue budeg atau apa* Jam 12:55.
Gue : Ehm. Kita nonton jam berapa?
Bella : 12:45.
Gue : So... kenapa kita masih di sini?

Dan dengan gaya bagai Flash kita semua langsung melaju menuju studio. Well, akhirnya nggak terlalu telat-telat amat.

Untungnya.

Dan kami pun mulai nonton.

Pendapat gue tentang film Transformers 2: Revenge of the Fallen ini lebih keren dari yang pertama. Perangnya lebih seru. Dan plotnya juga asyik, walaupun nggak ada twist-twist yang membingungkan kalo kayak nonton Bourne series.

Overall: Awesome.

Dan setelah itu kami ke gramedia sebentar, ke game master lagi (ngabisin saldo, haha), dan akhirnya kita pulang. Well, sebenernya gue sama Fikri nggak, soalnya mau ke Bebek Ginyo Tebet untuk menghadiri pesta ultahnya Arnin. Tapi yang lainnya pulang, dan berakhirlah triple date kita hari itu.

*

Sebentar lagi gue udah masuk SMA 3! Oh, damn. Dan ternyata kakaknya Bella, Rayhand, akan masuk ke situ juga. Alamat diawasin nih gue! Haha.