Friday, May 22, 2009

Bendera Kuning Di SMPN 40

Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Turut berduka cita atas meninggalnya Amelia, siswa kelas 7-6 di SMPN 40. Uh, usia orang emang nggak bisa ditebak.

Gue lagi dikelas waktu ngedenger kabar itu. Langsung gue ke atas, ke kelas 7-6. Temen-temen dari Amel sendiri pun sedang menangis saat gue masuk. Seakan nggak percaya sahabat mereka bisa pergi ninggalin mereka dalam waktu yang sangat cepat. Terlalu cepat. Damn, gue sedih. Bayangin, adek kelas gue, bahkan belom sempet ngerasain lulus SMP, udah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Seandainya gue cewek, gue bakal nangis.

Gue aja nggak kebayang gimana perasaan sang orang tua ketika denger kalo anaknya udah meninggal. Waktu sekolah, pula. Gimana rasanya ditinggal ketika orang tuanya lagi nggak ada di sampingnya. Sial, hidup bisa sangat kejam.

Pesen gue untuk semua yang berduka: ajal berada di tangan Tuhan. Nggak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya. Yang bisa kita perbuat hanya berdoa, mendoakan supaya almarhumah diterima di sisi-Nya. Amin, amin, ya robbal alamin.

Sekali lagi, turut berduka cita untuk semua keluarga, kerabat, teman, dan saudara dari almarhumah. Semoga diberi ketabahan untuk menghadapi musibah ini.

Mungkin ini saatnya kita menaikkan bendera kuning di SMPN 40.

Thursday, May 21, 2009

Calon Siswa SMA plus LSS

Akhirnya ujian selesai juga.

Yeaaaaaahhh!

YEEAAAAAAHHHH!!

Ngopi istilahnya Arnin: gue udah jadi Calon Siswa SMA!

Haha. Kalau dirumuskan secara matematis, ujian selesai equals liburan satu bulan. Yippie! Tapi, kenapa setiap kebahagiaan selalu ada yang menghalangkan, eh, menghalangi? Liat aja, minggu depan sekolah gue mau ikut LSS atau Lomba Sekolah Songong Sehat.

Guess what? Damn!

Itu artinya gue masih harus masuk ke sekolah minggu depan. Dengan memakai rompi biru mirip rompi tukang ojek yang menamakan dirinya 'rompi KKR (Kader Kesehatan Remaja, red.)', gue harus memberitahukan ini-itu kepada tim penilai nantinya. Huh, kenapa nggak cari tau sendiri sih, pake nanya-nanya kayak wartawan.

But after all, it's a little bit more better than LSS before this. Coba aja, dulu gue disuruh pake pakaian adat betawi. Padahal gue orang Jawa. Dengan blangkon, baju kayak orang kawinan, kuku macan, dan golok, gue berasa jadi si Pitung. Oke, tambahan lagi satu agenda acara gue, sinetron Pitung Millenium.

Eniwei, yang penting pikiran gue akan masuk SMA dan meninggalkan sekolah aneh gue ini dikit lagi akan terwujud. Good bye, cruel world! ::evil laughter::

Bener, gue setuju banget sama Arnin yang bilang di sini kalo LSS itu sama dengan acara Mass Marriage atawa Kawin Massal. Haha. Soalnya dulu gue juga begitu.

Hhh. Sepertinya segala kecapekan dan kegilaan ini masih akan terus berlanjut.

Wednesday, May 20, 2009

Kecuali Dicetak Miring

Setelah beberapa tahun pengalaman gue di dunia perujianan (gubrak), gue menyadari sesuatu yang aneh. Pernah nggak lo sadar kalo kata kecuali kebanyakan dicetak miring atau tebel? What's so special with kecuali? Contoh soal:

"Berikut adalah cara mencegah banjir, kecuali..."

Kadang juga ada yang dicetak tebel, kayak gini:

"Alat musik tradisional dari Jawa Barat antara lain, kecuali..."

Apa yang salah dengan kecuali sehingga ia harus dibedakan dengan kata-kata yang lain? Gue inget guru gue pernah ngajarin soal ulangan, dan beliau menekankan soal yang ada kecuali-nya. Ketika gue tanyain, jawabannya adalah 'Banyak yang suka nggak merhatiin, sih. Biar nggak salah.'

Nahlo.

Udah sebegitu blinded kah siswa Indonesia sehingga nggak merhatiin kata kecuali?

Hmm, mungkin saran gue sama yang ngetik soal supaya nggak ada yang nggak merhatiin lagi, sebaiknya kata kecuali itu dikasih hiasan. Kayak gini:

--->kecuali<---

atau:

♥kecuali♥

Mungkin bisa dipertimbangkan kalo penulis soalnya mau terkesan girly gitu.

Tapi sepertinya saran gue pun akan diabaikan. Haha, whateva.

Tampaknya kecuali akan ditulis cetak miring, kecuali bila penulis menemukan cara menulis kecuali seperti kata yang lainnya, tanpa terkecuali.

Tuesday, May 19, 2009

Gossip is not good, really!

Sebetulnya posting ini nggak cocok ada di blog ini, karena seharusnya ada di Gossip & Truth-nya Arnin. Hehe. Tapi, whateva lah.

Well, baru kali ini gue ngerasa bahwa gossip can kill. Baru kemaren gue denger dari seorang sumber katanya 'yang diharapkan' udah ditembak, dan udah jadian! Otomatis, I was like stunned by a lightning.

Jegeeeeer!

Gue terkejut, terkaget-kaget, terpukau, terkesima, dan tersedak.

Sedang hancur, begitulah keadaan gue saat itu. It's like, life was over for me. Agak lebay, gue tau. Hehe. Apalagi saat memberi keterangan ketika di interogasi (halah), ekspresi wajah si sumber begitu meyakinkan. Gue udah merana saat itu. Farhan yang saat itu ada di sebelah gue memandang ke arah gue dengan sedih.

'Sabar ya, Bob,' katanya.

Saat itu gue takut dia bakal nambahin 'Masih ada gue'.
Kalo itu terjadi gue bakal lompat dari jembatan flyover Senayan.

Setelah selesai masa-masa yang begitu memilukan dan mengharukan itu, gue pulang ke rumah. Berusaha untuk mengetahui yang sebenarnya, gue sms si 'yang diharapkan'.

'Hei, lagi apa?' Basa-basi banget, khas gue. Dammit.

Dia masih bales sms gue. Untungnya. Dan gue akhirnya punya kesempatan untuk menanyakan hal yang tadi.

Ternyata jawabannya: nggak! She doesn't have any bf!

Sejak saat itu gue mendendam pada sang sumber. Mungkin gue akan bikin sinetron siluman, Dendam Nyi Bolot. Hehe, just kidding, I wouldn't do that.

Gossip is not good, all right.

Saturday, May 16, 2009

Bobby's Award

Suka duka selama tiga tahun berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 40 Jakarta memang banyak. Dan penghargaan ini gue tujukan kepada mereka yang udah berperan dalam membentuk karakter angkatan kita. Angkatan 2008/2009 yang udah sukses membuat gue merasa senang, walaupun gue agak nggak seneng sama sekolahnya. Haha. Really, I'm nothing without them.

Award ini berdasarkan penilaian gue sendiri loh. Here goes :

1. Siswa TERcerewet
Intan Khaerani
Arnintya Juninda

2. Siswa TERpinter
Fitriana Bachtiar
Aditya Rahadi Advian

3. Siswa TERngocol
Bobyn Prasetyo

4. Siswa TERlebay
Arnintya Juninda

5. Siswa TERcantik
Cheya Chantika

6. Siswa TERganteng
Recky Febrian Anwar

7. Siswa TERbesar
Arif Usman Fajar
Mutimmah

8. Siswa TERmanis
Gilang Triwibisono

9. Siswa TERgarang
Frida Kumalasari

10. Siswa suka TERtawa
Fikri Nuradhi

11. Siswa TERtangkap basah suka pacaran
Erza Nararya
Muthia Nauli Sari
Yudha Satria Pratama
Indriyanti Mulya

12. Siswa TERberisik
Dea Riana

13. Siswa TERasa seksi
Pathy Iga Hartiningsiny

14. Siswa TERtinggi
Erza Nararya

15. Siswa TERhitam
Yudha Satria Pratama
Drajat Arifianto Laksana Kumolo

16. Siswa TERancam punah
Pathy Iga Hartiningsiny

17. Siswa TERflamboyan
Muhammad Bryan Bimo

18. Siswa TERkecil
Anwar Hakim
Sania

19. Siswa tidak TERgantikan
Ardhi Pamungkas

20. Siswa TERsering main game di HP
Muhammad Farhan Pranata

21. Siswa TERsebut suka blogging
Widyanto Bagus Priambodo

22. Siswa TERcantik berkerudung
Mutiara Fallahdani
Nuril Abshaari

23. Siswa TERaneh
Ghozy Fadlurrahman

24. Siswa TERlalu riang
Nadja Puti Saviantara

25. Siswa yang TERgila-gila sama badminton
Suci Rahmahwati

26. Siswa TERkalem
Shafira

27. Siswa TERcakep
Dimas Aryowibowo

28. Siswa TERkenal jual jamu
Triana Ayu Lestari

29. Siswa yang TERhapus ingatannya
Fikri Nuradhi

30. Siswa TERima kasih semuanya
Semua yang tidak bisa disebutkan di sini


Kalian semua membuat hidup gue lebih berwarna. Can't live without you all! Gue bakal kangen sama kalian semua kalo kita nanti berpisah! Huaaaaaaaaaaaaaa...

Bangun Pagi, Blogging Lagi

Boong banget gue bangun pagi. Haha. Sekarang aja jam udah menunjuk angka sembilan. Hari Sabtu pagi enaknya ngapain, ya?

Eniwei, ntar malem gue mau main futsal, lho! Nggak seperti biasanya, kali ini tema pertandingan tersebut adalah Battle of the Bands.

Big match antara Seventh Day versus Inquo!

Seventh Day beranggotakan gue, Tommy, Munawar, dan Rifqy 'Chimol'. Mungkin satu lagi bakal ngajak Angga 'Kedip' sebagai featuring, seperti pensi yang lalu. Sedangkan Inquo dibentengi oleh Adhi 'Bravo', Edwin, Ari, Febri, dan satu lagi gue nggak tau namanya siapa. Hehe.

Pertandingannya malem nanti, jam delapan. Di Indo Futsal, Palmerah. Kalo bisa nonton ya! Seventh Day pasti menang!

Friday, May 15, 2009

Satu kata : Menyebalkan

Lagi blogwalking, dan posting ini keren. Haha.

Ujian praktek udah selesai, dengan segala keluh kesah yang ada di dalamnya. Dan minggu depan udah mulai ujian akhir sekolah. Itu artinya belajar malem lagi, minta contekan lagi.

Dammit.

Kapan sih musim ujian ini berakhir?

Kayaknya lebih lama lagi ujian kepala gue akan meledak. Just like an atomic bomb.

Bum!

Hhh. Gue berharap gue berada di satu tempat yang damai, nggak ada masalah yang ngeganggu, dan kalo bisa bersama 'yang diharapkan'. Now, that's heaven.

Tapi percuma aja, toh selama gue masih tinggal di Jakarta gue kayaknya nggak bakal bisa begitu. Oh, apa yang salah sih sama Jakarta? Kok nggak bisa kayak Tokyo, Sydney, London, or something like that. Padahal kalau begitu akan lebih baik.

Eniwei, sekarang udah sampai weekend lagi. Gue nggak ada rencana mau ngapain. Pengen jalan sih, ke mana gitu... suatu tempat yang menyenangkan, yang penuh inspirasi. Tapi sial, gue nggak bisa. Huhuhu.

Dan pulsa gue abis. Sial. I'm afraid there's no texting with 'yang diharapkan' today. Uah!

Thursday, May 14, 2009

She smiled back at me!

Lanjutan dari cerita yang ini, akhirnya gue memberanikan diri untuk melakukan perubahan. Yah, antara lain setelah menemukan kitab itu sendiri di sini. Haha. Thanks Bang Iwan, Anda sangat membantu saya.

Eniwei, setelah melalui berbagai cobaan berat, gue berhasil mengirimkan sms yang kemarin. Dan ternyata gue berhasil mengetik nama si 'yang diharapkan'. Yey. Daaaaannn... ternyata dibales! Oh. My. God.

Jadi cerita berlanjut dengan gue smsan beberapa kali ama 'yang diharapkan'. Kejadiannya seperti repetisi. Gue duduk, ngetik sms, ngirim, menunggu dengan manis, dan bersorak ketika sms dari 'yang diharapkan' sampai ke ponsel gue. Sial, gue ngerasa kayak dulu lagi!

Proses smsan itu akhirnya berakhir setelah 'yang diharapkan' bilang kalau mau les. Di akhir pesan itu berbunyi:

'Kapan-kapan kita smsan lagi ya .. Hihi :-)'

Dem.

* * *

Hari ini gue sekolah biasa aja. Malah, nggak ngapa-ngapain. Toh ujian praktek untuk kelas gue juga udah selesai. Jadi kerjaan gue disekolah hanya main, main, dan main, selain ngeliatin orang pacaran. Heran, banyak amat sih yang suka pacaran di depan gue? Sepertinya tren pacaran di pojok atau pacaran di bawah pohon sudah berganti dengan tren pacaran di depan Bobby. Agh. Liat aja, gue nanti juga bisa! (amiiiin).

Karena nggak ada apa-apa, akhirnya udah waktu pulang. Dan tebak, gue lagi ngumpul ama temen-temen gue di depan gerbang sekolah, dan 'yang diharapkan' juga sedang melakukan hal yang sama! Bagaikan film India, gue sama dia kadang liat-liatan, liat-liatan, tanpa ada yang ngomong sama sekali. Maklumlah, gue lagi sama temen-temen gue yang super ribut, dan dia juga lagi kumpul ama temen ribut versinya. Terhitung tiga... empat... abis empat berapa ya...? Oh iya, lima... enam kali mata gue sama mata dia bertemu pandang (halah). Tetapi sampe gue mau pulang nggak juga ada yang ngomong.

Gue mencoba untuk jaim dan tampak cool. Tapi jika lo berada disekitar temen-temen gue, 'jaim' is an impossible thing to do. Coba, udah pada ngakak sukanya keras-keras, becandanya kadang fisik, udah kayak kebun binatang aja. Kalah Taman Safari.

Tapi sepertinya 'yang diharapkan' nggak terlalu memperhatikan hal itu. Bagus!

Yah, tapi tetep aja kita masih diem seribu bahasa sampai gue akhirnya ngajakin temen-temen gue pulang. Gue jalan, dan dia kira-kira berjarak tiga meter dari gue. Pas banget mata gue ngeliat mata dia lagi ngeliat ke mata gue (nahlo!), gue nyoba untuk senyum. And guess what, she smiled back! One cute, beautiful smile, for ME! Ambilin baskom, dong. Kayaknya tubuh gue akan meleleh.

Dan Fikri, yang dari tadi di sebelah gue, nyengir-nyengir kuda. Gue dorong dia, berharap agar nyusruk, tapi gagal.

Tuesday, May 12, 2009

Nasib Buruk dan Tukang Listrik

Sial.

Perut gue sakit lagi.

Sepertinya akhir-akhir ini banyak hal buruk yang terjadi di hidup gue. Coba liat: Perus sakit, kepala pusing, pilek, komputer mati-nyala, dan TV model baru di kamar gue yang namanya TV gebrak. Harus digebuk dulu sebelum jelas gambarnya. Agh.

Sedangkan hal baik yang terjadi belakangan antara lain gue punya HP baru. Nokia 7210 Supernova yang telah melepaskan kerinduan gue akan 5300 yang lalu. Yeah.

Seharusnya gue lebih berhati-hati menghadapi musim nasib buruk gue ini. Dengan begitu masalah ini nggak bakal terjadi.

* * *

Hari ini ujian praktek elektro. Inti dari tugasnya sih sebenernya hanya membuat rangkaian sederhana yang terdiri dari steker, stop kontak, saklar, dan diakhiri dengan fitting lampu beserta lampunya sendiri yang harus dirangkai di atas satu papan kayu. Pekerjaan cocok untuk om tukang listrik.

Gue sekelompok bersama si papi-mami Erza dan Muthia juga Putri. Erza emang selalu menjadi mitra gue bila berurusan dengan listrik-listrikan. Nggak tau kenapa. Mungkin muka lo kayak saklar kali ya, Za. Bisa dicetak-cetekin.

Pekerjaan berlangsung dalam berisik. Suara ketokan palu begitu membahana bagaikan koor di kelas. Tok, tok, tok. Kelompok gue sendiri bekerja dengan giat. Mulai dari yang terakhir, fitting, terus kedepan. Rangkaian udah jadi, tinggal memasangkannya pada papan. Yang berarti kita harus mulai main palu dan paku.

'Siapa nih yang ngerjain?' tanya Erza.

Sebuah tangan teracung dengan semangat ke atas. Tangan gue. Dengan tampang penuh antusias dan nafsu (lho?!), gue meraih palu dan paku dan mulai membidik. Ini saatnya. Semua bagaikan sunyi sesaat dan slow motion. Paku sudah ditempat, palu perlahan naik ke atas dan terus ke atas. Dengan sekuat tenaga dan penuh keyakinan gue menghantamkan palu itu ke arah paku yang diam.

Dok!

'Yaaaaaaa!!'

'Yaa' tersebut bukanlah 'Yaa' senang. Lambat laun suara teriakan itu berubah.

'aaaaaAAAAAHHH!'

Gue bukan lagi disuruh minum alpukat. Bukan juga lagi disuruh makan taoge. Tetapi: tangan gue kena palu!

Sial!

Untung tenaga gue saat itu tidak terlalu tersalurkan melalui palu bejat tersebut, sehingga tangan gue hanya sukses nyeri tanpa membengkak. Tapi tetep aja. Gue memandang mitra kelompok gue. Erza diem. Erza, Muthia, dan Putri memasang wajah bego-lu-bob dengan prihatin. Akhirnya tugas gue diambil alih sama Erza. Sori Za, gue masih belom sembuh dari pusing nih, jadi belom bisa fokus! (masih aja ngeles)

Anyway akhirnya tugas tersebut selesai. Ah, menyebalkan, karena tangan gue masih berdenyut dengan riang. Tapi biarlah, sebanding ama nilai yang didapat.

Pesan moral yang gue ambil: kalo lo nggak bisa berurusan dengan palu dan paku, jangan jadi tukang listrik!

Nasip, oh nasip.

Monday, May 11, 2009

Damn, gue butuh kitab PDKT!

Sepertinya makin ke sini gue makin bingung akan cewek. Hell, banyak yang di sekitar gue dan bahkan mereka nggak melirikkan sebelah mata mereka (emang bisa, ya?) ke arah gue. Damn, life is peachy for sure. Mungkin emang belom saatnya gue punya seseorang yang bisa ngertiin gue, sejak gue merasa hanya gue sendiri yang ngerti tentang bagaimana gue. Mungkin gue agak berlebihan, I don't know.

Hem, harapan gue untuk si 'dia' yang waktu itu gue bilang kayaknya udah ilang dari otak dan hati gue. Udahlah, gue males juga ngejar-ngejarnya. Target sudah hilang. Ngomong-ngomong target, gue sih lagi dalam penetapan target akan seorang anak cewek di sekolah gue juga. Anaknya manis, sih. Tapi gue juga nggak mau terlalu berharap. Bahkan yang tau kalo gue suka sama dia baru Fikri doang. Karena dia juga udah ngebuka rahasianya ama gue, jadi wajiblah gue membuka kartu gue. Dan sialnya, hal itu membuat kita berdua memegang kartu as masing-masing. Sekali salah, bisa kebuka dan ancur semuanya. Uah.

Kembali ke anak yang tadi, ciri-cirinya sih masih khas gue. Rambut pendek sebahu, muka ngangenin, lucu, dan (keliatannya) nggak sombong. Gue sih berharap aja, semoga kisah yang gue buat nggak mendapat unhappy ending like Raditya Dika's stories had. Sori bang Radith, untuk urusan cinta gue nggak mau ikut-ikutan elu dah. Haha.

Oh, iya. gue berniat untuk menuliskan cerita gue dalam proses pendekatan sama dia di blog ini. Untuk seterusnya, gue akan menuliskan dia sebagai 'yang diharapkan', minjem istilahnya Bang Radith. Hehe.

Eniwei, dammit, tadi gue pulang ketemu dia. Dan itu membuat gue semakin menggila. Hiaagghh. Dua hari yang lalu gue sempet chat sama dia. Ngobrol, dan nomor hp pun sukses gue dapet. Tapi apa yang gue lakukan? Nggak berani sama sekali untuk mengirim sms ke dia. Di draft gue pesannya berbunyi:

'Hei, ini Bobby. Save nomer gue ya.'

I don't know, entah kenapa semakin gue baca tulisan itu semakin terdengar bodoh. Nggak mencerminkan maksud gue sebenernya. Dan, gue nggak bisa mengumpulkan keberanian untuk bahkan mengetik nomornya. Damn, gue butuh kitab PDKT!

Sunday, May 10, 2009

Lagu Indo Yang Lagi Tren Saat Ini

Wali - Cari Jodoh

"Bapak-bapak ibu-ibu siapa yang punya anak bilang aku, aku yang tengah malu sama teman-temanku, karena hanya aku yang tak laku-laku..."
Lirik selengkapnya di sini

Damn. Ini kedengerannya kesian banget, ya? Tapi sepertinya lagu ini akan sukses menjadi RBT bagi seluruh umat pengguna ponsel di Indonesia.

Ada lirik yang bunyinya 'Dari musim duren hingga musim rambutan, tak kunjung aku dapatkan...'. Ini nyari cewek apa mau nyolong buah?

Eniwei, gue salut sama vokalisnya. Berani menyanyikan lagu kayak gini. Gue jamin pasti dalam waktu dekat banyak orang-orang tua yang menyodorkan anaknya untuk dinikahi oleh sang vokalis. Kalo udah bikin undangan, kirim ke tempat gue ya.

* * *

Ada satu lagi:

Kuburan - Lupa Lupa (Tapi Ingat)

"Lupa, lupa lupa lupa lupa lagi syairnya, inget, inget inget inget cuma inget kuncinya. C A minor D minor ke G ke C lagi..."
lirik selengkapnya di sini

Wooow. Joker-face, dandanan serem, gue seneng banget karena ngira bakal nemuin KISS versi Indonesia. Eh, lagunya ternyata kayak lagu daerah. Satu kalimat dari gue untuk pembuat lagu ini: banyak-banyak minum suplemen ingatan ya biar nggak lupa terus.

Di mana kreatifitas dewasa ini? Kalo yang begini disebut kreatif, apa sebutan untuk Ludwig Von Beethoven? Freddie Mercury? John Lennon?

Oke, kalau ini disebut dengan 'kreatif jaman sekarang', berarti jaman sekarang merupakan kemunduran yang tak terkira. Hell. Kok bisa, ya. Mungkin perusahaan musik besar di Nusantara ikut andil untuk suksesnya memundurkan selera musik bangsa ini.

Nggak ngerti, deh.

Seperti Jerawat

Hei y'all.

Mulai besok gue udah mengikuti ujian praktek di sekolah gue. And guess what? Gue males. Padahal biasanya gue paling demen ama yang praktek-praktekan. Ah.

Eniwei, gue sama sekali ngeblank mau nulis apaan. Aaaaagghh. Apa mungkin memori tentang menulis di otak gue udah ilang ya? Emang sih, semenjak beberapa hari ini komputer tua gue ancur melulu. Jadi yang kepikiran di otak gue cuma komputer, komputer, dan komputer. Apa aja yang terjadi kemaren-kemaren? Gue sama sekali nggak bisa untuk inget.

Ehm. Kemaren gue kebanyakan cuma nonton TV, sih. Joe Sandy menang The Master, gue masih tau. Film Narnia semalem juga gue masih nonton. Tapi selebihnya, gue sama sekali nggak tau. Tuhan, maafkan hambamu ini.

Paling setelah komputer gue udah bener, seperti sekarang, gue cuma blogwalking ama facebook aja. Keseringan sih liat blognya Arnin. Damn, sepertinya deskripsi tentang gue di sana agak melebay. Sangat khas Arnin. Haha.

Ah, gue mau ngopi dulu. Siapa tau abis itu ide bermunculan di otak gue. Kayak jerawat.

Saturday, May 09, 2009

Sebuah Surat Untuk Komputerku

Wahai komputerku yang baik,

Janganlah kamu membuat pusing aku dengan segala ngambekanmu. Jujur, aku capek menemui kamu dengan keadaan nggak bisa nyala, ngehang, atau apapun yang menandakan kamu sedang merajuk kepadaku. Sungguh, aku berharap kamu bisa lebih dewasa sedikit sehingga nggak ngambek terus-terusan.

Coba tengok kenangan kita bersama. Aku selalu setia duduk di depanmu untuk blogging, surfing, chatting, ataupun hanya main solitaire, dan sekarang aku udah bisa dapet skor lima belas ribu lho! Tapi begitu kamu mati, aku bagaikan tersambar petir.

Demi membuatmu menyala lagi, berkali-kali aku mencoba untuk menendangmu, menggebrak-gebrakmu, atau membantingmu hingga serpihan-serpihan. Tapi aku tak bisa melakukannya, karena aku tahu bila aku berbuat begitu, maka bokap pun akan senantiasa melakukan hal jahanam sejenis padaku.

Pesan dan harapanku untukmu hanya satu. Jangan suka ngambek terus! Aku pasti akan selalu ada di sisimu, kecuali kalau nanti tiba-tiba ada notebook Apple atau Lenovo yang jatuh secara ajaib didepanku, beserta sebuah BlackBerry dan kamera Nikon, maka mungkin kamu akan masuk kardus dan berpindah ke gudang.

Tapi sebelum itu, aku mohon, berjalan dan menyalalah seperti sebelumnya sehingga aku tidak perlu menulis seperti ini lagi. Aku berharap ini akan menjadi surat terakhirku yang menyatakan keluhanku terhadapmu. Sungguh aku ingin kita dapat bertahan, sampai aku dapet notebook baru.

Salam sayangku,
Bobby

Friday, May 08, 2009

Kepada: Om Roy Suryo

Coba baca artikel ini.


Kalau abis dibaca, kayaknya om Roy agak terlalu subyektif dalam menilai blog, ya? Tapi whatever you say, om Roy! Kami para blogger masih setia untuk tetap blogging dalam rangka memuaskan para pembaca, seperti Anda memuaskan pemirsa infotainment dengan membuka kembali foto-foto para artis di Nusantara. Hidup blogging! Hidup om Roy Suryo! Hidup blog saya yang kenyataannya merupakan kebenaran seratus persen!

Betewe, om Roy kalo punya blog, nggak usah diumpetin. Ntar linknya saya taro di blog ini, kok. Biar banyak pengunjungnya tuh. Oke?

Winchester Family, Whom I Dedicated For

#1 Erza Winchester
Anggota WF paling tinggi. Literally, bukan jabatannya. Seorang pelawak yang nggak bisa diem tanpa bikin orang ketawa. Di sekolah, dia terdaftar sebagai papi-mami #1 bersama 'pacar-tapi-katanya-bukan'-nya, Muthia. Dia tinggi, berkumis, berjenggot, pake kacamata dan jas item sambil membawa-bawa neuralyzer.

#2 Yara Winchester
Berjilbab, dari luar keliatan kalem. Tapi kalo udah ketawa, mwahahahaha. Begitu ekspresif. Dia sekarang tengah merasakan impiannya bersama S**d. Yara merupakan salah satu pendiri dari WF.

#3 Sharvin Winchester
Bersanding dengan Yara dalam urusan kalem-mengalem. Saking seringnya menjabat sebagai bendahara dalam organisasi apapun, sepertinya membuat Sharvin identik dengan duit. Dia agak gemuk, berambut keriting, dan punya rumah yang jaaauuuuuhhh banget dari sekolah. Yaitu di seberangnya.

#4 Bobby Winchester
Anak paling bodoh diantara semua anggota WF. Nerd, mungkin iya. Kerjaannya blogging, nulis cerita, atau nulis puisi sementara anak-anak dunia yang lain sedang sibuk ber-facebook-ria gembira. Tinggi badan standar (baca: tinggi banget), rambut pendek, dan pencetus nama Winchester (sok iye!).

#5 Fikri Winchester
Ibarat cagur, dia Narji. Ibarat opera van java, dia Aziz Gagap. Intinya: bahan celaan anak-anak untuk hepi-hepi. Tapi kalau dia nggak masuk sekolah, kelas jadi sepi, sunyi senyap. Nggak seru. Dia gemuk, punya senyum yang sangat menawan (*hoeks*), dan sponsor utama kelas sembilan satu. Artinya: banyak duit!

#6 Farhan Winchester
Satu-satunya anggota WF yang sepertinya di masa depan akan menjadi seorang ulama. Anaknya pak Haji Muhamad, guru di SMP 40. Rajin shalat, rajin ngaji, rajin nyembelih sapi, rajin nonton kartun, aduh jadi ngelantur. Tidak ada yang diomongin olehnya bersama Fikri selain Mafia Wars di Facebook. Kurus, putih, dan ganteng.

#7 Intan Winchester
Kalo ditanya anak WF yang paling ribut, dia. Kalo ditanya lagi anak WF paling bawel, dia lagi. Satu orang yang bisa merubah suasanya sunyi kuburan menjadi pasar malam. Rame banget! Agak gemuk, rambut panjang, dan mulut yang lebar apabila mulai bergosip.


Deskripsi singkat:
Winchester Family adalah sebuah kumpulan anak-anak yang selalu ingin berbahagia, tanpa musuh atau apapun. Kerjaannya setiap hari adalah main hape, online, ketawa-ketiwi, jalan-jalan naik mobilnya fikri, atau sekadar berkumpul untuk bergosip dalam acara infotainment yang dipandu oleh Intan. Walaupun nanti setelah lulus mereka semua berbeda sekolah, mereka telah berjanji untuk selalu bersama! (kayak sinetron aja ya).

Ditulis oleh Bobby Winchester

Acquired Post-Pensi Syndrome

Siswa siswi sekolah gue, khususnya panitia pensi kemaren, telah terjangkit penyakit baru yang bernama Acquired Post-Pensi Syndrome (APPS).

Hal ini dibuktikan dengan kebiasaan sesaat sebelum pensi masih terbayang di benak anak-anak. Contohnya waktu gue ketemu Pathy beberapa hari setelah pensi.

Pathy dengan gaya panik nanya gue, 'Bob, susunan acara udah rapi belom!?'

Gue melongo. Susunan acara apa lagi? Sunatan massal? Eh ternyata dia bercanda doang. Sial, gue ketipu.

Ingin membalas dendam, gue, bersama Adisty, Intan, dan Pathy nyamperin Frida di depan gerbang sekolah. Frida langsung dicecar dengan berbagai pertanyaan.

'Prit! Lo kok diem aja sih? Kita kan mau rapat!' kata Pathy tereak-tereak.

Intan nyambung, 'Frida! Baju gimana nih, lo udah ditungguin bu Ai tuh!'

Pertanyaan demi pertanyaan terus meluncur. Frida? Menganga dengan sukses karena kebingungan tanpa bisa berkata-kata. Mukanya kayak Patrick waktu Squidward nanya mau pesen apaan. Untung dia punya idung dan nggak pake celana motif bunga-bunga.

Anyway, penyakit ini timbul akibat kangennya anak-anak dengan kesibukan pra-pensi. Gue sendiri juga merasa begitu. Huhuhu, I miss times before Pensi!

Dengan diterbitkannya post ini, saya dengan resmi menyatakan bahwa students of 40 JHS was successfully infected by APPS!

Tuesday, May 05, 2009

Golongan B Itu Manis

Gue hari ini lagi msn, blogging, facebook, dan seneng karena virtual memori komputer gue udah di gedein jadi agak lebih cepet dari biasanya yang super lemot. Pas lagi chatting, gue di sapa ama Echa, adek kelas gue.

Echa : Kakaka.
Gue : Iyaiyaiya.
Echa : Golongan darah kakak B?
Gue : Iya, emang kenapa?
Echa : Hoo. Udah pernah nyobain?

Ehm. Ini pertanyaan bikin gue bingung. Gue baca berkali-kali di monitor gue tapi gue masih belom nangkep maksudnya. Akhirnya gue tanyain.

Gue : Nyobain?
Echa : Yup. Nyobain darah kakak. (serem dah kedengerannya)
Gue : Seinget kakak sih belom. Emang kenapa?
Echa : Musti nyoba, kak.
Gue : (makin heran) Emang kenapa sih?
Echa : Kapan-kapan aja pas luka cobain... Golongan darah B itu rasanya manis!

Jah.

Manis?

Seumur-umur gue sering luka (jatoh dari pesawat, ketabrak mobil, kelindes traktor) tapi belom pernah gue ngerasain darah gue manis. Echa bilang dia tau begitu karena dia udah ngerasain pake lidah dia sendiri, karena dia pun golongan darahnya B. Julli, temennya juga begitu. Katanya manis.

Manis. Gila kali ya? Biarin deh, gue juga agak gila.

Oke, misi gue di dunia sebagai manusia ciptaan Tuhan bertambah satu: nyobain darah gue sendiri. Doakan aku ya!

Flu Babi, Lagi

Bener, kemaren gue jadinya nggak berenang. Gue hanya sukses menjadi peramai acara anak-anak yang ribut banget di kolam. Alhasil gue lah yang kena ciprat-cipratannya. Menyebalkan. But in the other hand, menyenangkan.

Dan ternyata hidung gue belom berhenti menyedot-nyedot. Ketika nyokap gue tau kalo gue pilek, mukanya langsung memancarkan kekhawatiran yang amat sangat. Saat-saat yang mengharukan itu berlangsung selama beberapa detik.

'Kamu nggak deket-deket sama babi, kan?'

Hah.

'Iya sih, bu. Mungkin juga. Soalnya di sekolah aku sering deket-deket ama temenku yang mukanya kayak babi, si (sensor) sama si (sensorlagi). Masa aku kena flu babi?'

Nyokap gue memandang prihatin.

Yang bener aja. Oh, iya. Nama di atas gue sensor soalnya nggak tega gue ngatainnya. Kalo ngerasa, berarti kepedean tuh orang. Dibilang babi kok ngerasa.

Monday, May 04, 2009

Mau Berenang

Sekarang jam 13:43. Gue pengen berangkat renang. Tapi, ayo kita liat... Badan pegel, idung masih memproduksi ingus, dan kepala yang pusing. Well! Gue nggak nyebur.

Anyway, gue baru ganti template blog ini. Jadi semua widget gue ilang semua. Banner, counter, cbox, dan lainnya. Huhuhu. Tapi tenang aja, nanti semua akan kembali. Walaupun nggak cepet-cepet amat sih. Capek gue masukinnya. Haha.

Hari ini gue sekolah nggak ngapa-ngapain. Cuma di kelas, becanda ama anak-anak Winches, dan sambil sesekali berkunjung ke kantin. Sampe pulang pun gue juga nggak ngapa-ngapain. Baru ini dapet kesempatan blogging. Ah, how 'beautiful' my life is.

Hari ini banyak juga anak-anak besjon yang ikut Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN). Ah, gue udah nggak bisa ikut. Secara gue kelas tiga. Buat yang bertanding, gud lak!

Tugas untuk besok : membawa betadine, apel, nutrisari, belimbing sayur. Whatdefak? Nggak ngerti buat apaan deh tuh. Tapi whatever lah, paling gue bawa betadine doang. Biasa, nggak modal modenya lagi on. Haha.

Hp gue bunyi. Nomernya Fikri.

Gue : Halo.
Fikri : Di mane lu?
Gue : Rumah. (tanpa rasa bersalah)
Fikri : (diem bentar) Kan jam dua?
Gue : Iya, bentar lagi.
Fikri : Oh, yaudah.

Putus.

Betewe gue udah janjian ama Arnin mau ke ke kolam renang. Udahan dulu ah, nanti pulang gue blogging lagi. Bubye.

Sunday, May 03, 2009

Capek. Butuh. Istirahat.

Sekarang udah bulan Mei. Cepetnya waktu berjalan kadang nakutin. Aahh. Tapi masih lima belas hari lagi sebelum pengumuman lolos nggaknya tes dokumen Thamrin. Just so you know, I've said optimistic is the key. Now, I feel otherwise. Sial.

Cerita lain, gue mengawali bulan mei dengan menjadi panitia pensi dan reuni akbar smpn 40. Dan dammit, gue capek banget sekarang. Gue berdoa aja gue nggak kena tifus lagi.

Selama pensi kemaren, banyak yang gue lakuin. Dan yang paling bikin capek adalah kerjaan gue sebagai seksi acara yang memanggil-manggil pengisi acara untuk segera stand by di backstage. Kenapa mereka nggak siap-siap sendiri, sih? Bikin repot aja.

Tapi yang paling berkesan buat gue di pensi ini, adalah bahwa ternyata gue sadar kalo gue masih sayang sama si 'dia'. Sial, sial, dan sial. Tapi gue seneng. Aaggh.

Anyway, dengan berakhirnya pensi ini berakhir jugalah kepusingan gue selama beberapa bulan ini. Ucapan terima kasih gue pun jatuh pada semua yang telah membantu terlaksananya acara ini. Terima kasih, terima kasih.

*

Menyongsong bulan Mei dengan penuh semangat. Yeah!